VMAX
 
 
 
 

5 tips desain UX yang efektif untuk developer game mobile

VMAX-mobile-game-UX-design-tips-developer-featured 2

Pernahkah Anda memainkan game mobile dan berkata kepada diri sendiri, “Uh, navigasi game-nya susah sekali,” atau mengatakan, “Andai saja lebih mudah menemukan kontrol dalam game ini”. Di sini kita tidak membahas tentang gameplay dari sebuah game, tetapi pengalaman pengguna (user experience) seperti bagaimana menemukan dan menggunakan kontrol, menampilkan informasi yang relevan pada layar, atau soal navigasi antara layar game.

Gameplay mungkin berkaitan dengan bagaimana pengguna mengeksplorasi atau mencari fitur yang tersembunyi dalam game, namun bagaimanapun, tidak ada pengguna yang menyukai game mobile yang user experience-nya secara keseluruhan membosankan dan sangat bergantung pada pencarian daripada intuisi. Untuk membuat pengalaman game Anda lebih user friendly alias bersahabat, ada lima (5) pertimbangan user experience yang bisa diterapkan ketika merancang sebuah game mobile.

  1. Manfaatkan platform mobile
    Di desktop atau konsol game, Anda akan lebih leluasa karena layarnya cukup lebar. Tapi di smartphone, ukuran layar yang lebih kecil pasti akan mempersulit. Tapi jangan khawatir, ada fitur khusus untuk smartphone yang dapat dimanfaatkan secara efektif untuk menciptakan pengalaman gaming yang solid.
    Misalnya, untuk game action, pengguna bisa mengganti senjata hanya dengan menggesek pilihan senjata mereka saat ini. Kontrol sekunder seperti melempar sebuah granat atau meluncurkan rudal dapat diwakili dengan cara menekan layar lebih lama.
    Setiap game yang berbasis gerak biasanya bergantung pada sensor gyro untuk gerakan terarah. Cara yang baik untuk membuat pengalaman ini lebih mendalam adalah dengan menggunakan vibrator perangkat untuk adegan tertentu seperti saat mobil dihidupkan atau menabrak, atau saat berhasil mencapai persimpangan atau memenangkan hadiah.
  2. Buatlah navigasi dalam game tetap sederhana
    Jika pengguna harus melakukan banyak langkah hanya untuk mendapatkan menu atau keluar dari game, mereka kemungkinan akan merasa sangat jengkel. Usahakan transisi antara game Anda dibuat seminimum mungkin dan user experience harus mulus.
    Informasi yang relevan dan dibutuhkan sebelum pertandingan dimulai seperti kontrol, opsi bermain online atau offline, bahkan tombol keluar (exit), harus ditempatkan dan muncul dengan jelas pada home screen.
    Dalam game, menu yang relevan dengan gameplay sebaiknya harus mudah diakses. Tempatkan menu ini di sudut-sudut atas atau coba sesuatu yang inovatif seperti membuat tab slide out yang dapat dibuka dengan cara menggesekkan layar dari sisi kiri atau kanan.
  3. Menjadi kreatif dengan logika
    Menjadi seorang pengembang bukan berarti UX game Anda tidak bisa dibuat kreatif. Setiap game dan adegan dalam game memiliki perkembangan yang logis. Semuanya harus tepat, mulai dari navigasi hingga penampilan tombol harus dibuat kreatif berdasarkan logika. Posisikan diri Anda sebagai pengguna dan pikirkan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Gunakan desain yang persuasif pada navigasi, penampilan dan tombol waktu sehingga Anda dapat mengarahkan pengguna menuju hasil yang diinginkan.
  4. User experience harus dibuat ringan dan intuitif
    Jangan terlalu ambisius dengan user experience, memasukkan animasi, layer dan transisi yang tidak perlu. Intinya adalah jaga agar UX game Anda tetap intuitif dan seringan mungkin. Pengguna harus bisa mendapatkan pengalaman game yang menyenangkan, bukan malah jadi kesulitan. Penampilan dan kebutuhan untuk meng-klik tombol dalam game harus terasa alamiah bagi pengguna.
  5. Monetisasi aplikasi tidak boleh mengganggu UX
    Kecuali game berbayar, Anda perlu memonetisasi game dengan fitur in-app purchase atau iklan mobile. Namun pengguna akan merasa jengkel jika iklan muncul tiba-tiba atau memperlambat permainan. Sebaiknya iklan muncul pada saat transisi dalam game atau pada titik-titik tertentu dalam permainan seperti setelah menyelesaikan level. Pendekatan monetisasi yang cocok untuk game mobile adalah iklan insentif. Iklan ini dapat disinergikan dengan pengalaman game dan pengguna bisa mendapatkan reward misalnya dengan mendapatkan bonus mata uang virtual atau pengguna bisa membuka konten dalam game jika mereka mengklik iklan.

Seperti yang sudah diketahui, mobile gaming hadir dalam berbagai genre mulai dari action dan arcade hingga balap dan strategi. Setiap genre membutuhkan pendekatan yang berbeda-beda untuk memberikan user experience berdasarkan gameplay. Dasar-dasar pertimbangan UX game di atas dapat membantu Anda merancang user experience yang mulus, kaya dan sangat mendalam untuk game mobile Anda.

Related Posts