VMAX
 
 
 
 

Langkah pertama agar sukses memonetisasi aplikasi: pilih jenis iklan yang tepat

VMAX Ad Type Featured image

Tujuan terbesar seorang pengembang atau penerbit aplikasi membuat aplikasi adalah mendapatkan basis pengguna yang banyak. Namun, apa gunanya punya aplikasi yang bagus jika orang tidak suka apa yang mereka lihat pada aplikasi tersebut. Jadi tugas Anda tidak hanya memastikan bahwa aplikasi Anda berjalan baik, tetapi juga user friendly alias nyaman digunakan.

Anda sekarang berencana memonetisasi aplikasi tersebut. Namun jenis iklan yang Anda pilih dan bagaimana iklan tersebut muncul dalam aplikasi Anda, dapat membuat atau menghancurkan kesempatan Anda mendapatkan penghasilan yang lebih banyak dari aplikasi tersebut. Perlu Anda ketahui, pengguna akan merasa terganggu atau jengkel jika iklan muncul entah dari mana saat mereka berinteraksi dengan aplikasi. Bahkan mereka bisa menjadi enggan untuk menggunakan aplikasi itu lagi.

Karena itu, pilihlah jenis iklan yang paling sesuai dengan pengalaman aplikasi Anda. Ini adalah salah satu cara yang menentukan sukses atau tidaknya monetisasi aplikasi yang Anda lakukan. Berikut adalah empat jenis iklan kunci yang dapat Anda pilih:

  • Iklan native
    Iklan bawaan (native) cocok digunakan untuk konten aplikasi yang berat karena iklan ini dapat berbaur secara mulus dalam aplikasi, dan muncul seolah-olah mereka bagian dari konten. Iklan ini tidak akan mengganggu pengalaman pengguna (user experience) ketika menggunakan aplikasi. Dalam implementasinya, iklan native dapat muncul di dalam frame (in-frame) suatu game atau muncul seperti in-feed atau sebagai bagian dari stream content pada aplikasi-aplikasi non-game.
  • Iklan video
    Iklan video saat ini semakin populer digunakan karena melibatkan pengguna. Iklan jenis ini dapat menyampaikan banyak pesan meski durasi videonya singkat, cara pengemasan pesannya juga sangat menarik. Iklan video dapat muncul sebagai pre-roll di konten video agar dapat memberikan pengalaman video yang mulus. Iklan ini juga dapat muncul selama masa transisi dalam aplikasi sebagai iklan interstitial dengan memanfaatkan ruangan kosong antara transisi.
  • Iklan incent
    Iklan incent adalah jenis iklan lain yang sangat populer digunakan, karena keterlibatan pengguna (user engagement) yang didapat dari iklan ini lebih banyak. Iklan incent mendorong pengguna untuk berinteraksi dengan iklan, dengan cara tertentu sesuai hasil yang diinginkan oleh para pengiklan.
    Misalnya pada aplikasi game, dengan iklan incent pengguna dapat diajak untuk menonton iklan video sampai selesai dengan imbalan mereka bisa membuka (unlock) level atau mendapatkan mata uang virtual dalam game yang mereka mainkan. Atau pengguna dapat membuka konten tertentu atau fitur dalam aplikasi non-game jika mereka meng-klik iklan incent tersebut..
  • Iklan display (bergambar)
    Iklan ini biasanya memperlihatkan ilustrasi berupa gambar-gambar baik foto maupun grafis, selain pesan verbal tertulis, dalam ukuran tertentu. Jenis iklan ini juga banyak digunakan. Iklan bergambar memungkinkan Anda memunculkan iklan pada layar aplikasi dengan format yang paling sesuai untuk pengalaman aplikasi Anda. Salah satu bentuk implementasi iklan display misalnya iklan banner dalam konten aplikasi. Iklan ini bahkan dapat muncul sebagai iklan interstitial seukuran layar penuh selama transisi, sehingga tidak akan mengganggu pengalaman pengguna aplikasi.

 

Anda tidak hanya dapat memilih berbagai jenis iklan di atas tapi beberapa format iklan sekaligus untuk memonetisasi aplikasi Anda. Bisa jadi Anda memiliki beberapa aplikasi untuk dimonetisasi atau ingin menggunakan lebih dari satu jenis iklan dalam aplikasi. Dalam kasus ini, Anda sebaiknya memilih platform monetisasi iklan yang tidak hanya bisa mendukung beberapa jenis iklan, tetapi juga beberapa mitra iklan. Karena itu pastikan bahwa spot iklan di aplikasi Anda memiliki tarif maksimum, ujung-ujungnya ini akan memaksimalkan pendapatan Anda dari aplikasi.