VMAX
 
 
 
 

6 tren memonetisasi aplikasi yang perlu Anda ketahui

VMAX-app-monetization-trends-2016-featured

Sebagai pengembang aplikasi, baik pemula maupun yang sudah mapan, Anda perlu melakukan sesuatu agar bisnis aplikasi Anda tetap tumbuh. Boleh-bolehsaja membuat lebih banyak aplikasi, tapi setelah itu Anda harus memikirkan bagaimana agar aplikasi ini mampu bertahan, bagaimana aplikasi ini dapat membantu Anda mempertahankan bisnis aplikasi Anda? Caranya adalah buat aplikasi Anda agar dapat menghasilkan uang. Dengan kata lain, Anda perlu memonetisasi aplikasi Anda.

Namun memonetisasi aplikasi tidak mudah. Bagi Anda yang ingin melakukannya, Anda perlu mengetahui tren berikut ini agar Anda bisa mendapatkan gambaran secara global dari perspektif monetisasi aplikasi.

Download aplikasi berbayar makin menurun

Menurut Gartner, pendapatan dari sektor download aplikasi berbayar terus menurun secara global, dengan pangsa pendapatan turun dari 69,5% pada tahun 2014 menjadi 59,5% pada 2015. Angka ini diperkirakan akan terus menurun menjadi 37,8% pada 2017 mendatang.

In-app purchase meningkat

In-app purchases (IAP) semakin banyak diterima oleh konsumen. Pada 2014, pendapatan dari in-app purchases secara global diperkirakan mencapai 22,5%. Angka ini meningkat menjadi 30,9% pada 2015 dan diproyeksikan akan mencapai 48% pada 2017. Khusus di India, di mana pengguna kartu kredit hanya berjumlah sekitar 22 juta, pengembang aplikasi menawarkan pengguna melakukan IAP dengan mengintegrasikan mekanisme pembayaran seperti tagihan operator. Di sisi lain, Apple dan Google mengurangi nilai pembayaran minimum di toko aplikasi mereka menjadi 10 Rupee (sekitar 15 sen) agar IAP lebih terjangkau bagi pengguna smartphone di negara tersebut.

Freemium mulai dilirik

Model monetisasi freemium kini juga mendapatkan perhatian di kalangan pengguna smartphone, dimana pengguna smartphone dapat mengunduh aplikasi secara gratis namun bisa mengakses fitur premium tertentu dengan membayar. Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh IDC & AppAnnie, model monetisasi freemium tumbuh pada tingkat 72% antara tahun 2013 dan 2014.

In-app advertising makin diminati

Iklan dalam aplikasi (in-app advertising) terus berkembang. Menurut laporan Vision mobile commerce pada Desember 2015, iklan adalah model pendapatan yang paling populer di kalangan pengembang aplikasi mobile. Hampir 31% dari pengembang aplikasi yang disurvei menggunakannya. Pendapatan dari in-app advertising diperkirakan tumbuh dari USD 2,8 miliar pada 2014 menjadi USD 4,3 miliar pada 2015, dengan pertumbuhan year-on-year 55%. Angka pendapatan ini diperkirakan akan naik menjadi USD 10,6 miliar pada 2017 mendatang.

Jika ingin engagement lebih banyak, coba rewarded ad

Rewarded ad (iklan yang menjanjikan hadiah atau item tertentu) saat ini semakin disukai para pengembang aplikasi karena mereka bisa mendapatkan engagement lebih banyak. Bahkan, penelitian menunjukkan reward dapat mengubah pendirian pengguna yang sudah berhenti menggunakan sebuah aplikasi menjadi kembali menggunakannya lagi. Dari pengguna yang tidak lagi menggunakan aplikasi, 30% menyatakan akan menggunakan aplikasi lagi jika ditawarkan beberapa hadiah. Meski rewarded ad makin populer di kalangan pengembang aplikasi karena membantu meningkatkan engagement, iklan jenis ini juga memungkinkan pengembang aplikasi untuk mencapai target download yang dibutuhkan untuk aplikasi baru mereka dan meningkatkan peringkat aplikasi mereka di toko online. Di antara semua format iklan, rewarded video adalah salah satu format iklan yang paling populer di kalangan penerbit game.

Pengalaman aplikasi yang mulus dengan iklan native

Iklan native sangat disukai di industri mobile advertising, karena iklan jenis ini dapat berbaur mulus dengan konten aplikasi, tapi tetap dapat menyampaikan pesan pengiklan secara kontekstual. Selain format iklan native dapat meraih CTR empat kali lebih tinggi daripada iklan banner tradisional, iklan ini juga menghasilkan eCPM yang lebih baik untuk para penerbit.

Tren di atas jelas menunjukkan fakta bahwa meskipun in-app purchase populer di kalangan para pengembang aplikasi, mayoritas di antara mereka akan memilih iklan dalam aplikasi (in-app advertising) di masa mendatang. Jika Anda adalah seorang pengembang aplikasi yang ingin memonetasi bisnis aplikasi, tren ini akan membantu Anda memutuskan bagaimana aplikasi Anda menghasilkan uang.